bermain petak umpet di rumah angker

Tugas cerpen.

Judul:bermain petak umpet di rumah angker.

Di suatu hari ada dua orang sahabat yang sedang bermain kertas gunting batu. Dua sahabat itu bernama Lala dan Kinara. Tetapi disaat mereka sedang bermain, tiba tiba mereka lapar. Lalu mereka berdua pun memutuskan untuk membeli jajanan di sebuah warung. “eh La aku laper, jajan yuk di warung bu Indar”. Ucap Kinara sambil memegang perutnya yang sedang kelaperan. “sama aku juga laper, yuk lah kita jajan”. Jawab Lala kepada Kinara. Mereka pun berjalan menuju ke warung bu Indar. Tetapi di tengah perjalanan, Lala tertarik kepada satu rumah besar yang sudah lama tidak ditinggali. Lala pun terpikirkan sebuah ide. “eh ra ada rumah gede banget tuh kesitu bentar yuk?”. Ucap Lala kepada Kinara. “ih gak ah kamu aja  yang ke sono aku males kesitu, lagian juga kesitu gak ada gunanya”. Tolak Kinara kepada Lala. “dih kamu mah gitu takut ya? Cieeee cieeee Kinara takut”. Ledek Lala kepada Kinara. Hal itu pun membuat Kinara kesal. “enggak kok! Siapa takut?”. Balas Kinara kesal. “yaudah kalo gitu ayuk kesitu!”. Ucap Lala dengan nada menantang. “yaudah ayuk siapa takut?!”. Balas Kinara.

Mereka berdua pun memasuki rumah itu. “widih gilaaa rumahnya serem banget kek kuno gitu”. Ucap Kinara. “kenapa kamu takut? Tenang ada aku disini… lagian juga ini siang bolong jadi mana mungkin ada setan di siang bolong gini”. Jawab Lala berani. “eh Kin main petak umpet yuk disini? Yang kalah harus traktir makanan di warung bu Indar”. Tantang Lala. “hayuk siapa takut!?”. Jawab Kirana tegas. “yaudah ayuk kita kertas gunting batu dulu”. Ucap lala. “kertas gunting batu!”. “Yes, aku menang kamu jadi ya… aku yang ngumpet”. Ucap Lala dengan senyum kemenangan. “yaudha aku hitung ya dari satu sampai sepuluh aja?”. Tanya Kinara. “yaudah aku ngumpet dulu”. Balas Lala. “satu…dua…tiga…empat…lima…enam…tujuh…delapan…sembilan…sepuluh! atas kanan kiri bawah kalo gak ngumpet jadi!”. Ucap Kinara. Kinara pun mulai mencari Lala, dan karena Lala tak kunjung ketemu Kinara pun mulai panik dan berteriak sambil memanggil nama Lala. “La? Lala? Kamu dimana?”. Tanya Kinara. “LALA?! LA! Keluar dong…”. pinta Kinara sambil takut. “LALA PLEASE DEH INI GAK LUCU SUMPAH KELUAR DONGG”. Teriak Kinara. Tiba tiba ada suara orang berlari di lorong. “Lala? Itu kamu?” tanya kinara. Semakin lama suara itu semakin mendekat. Lalu muncullah Lala yang sedang berlari lalu menarik Kinara keluar. “KINARA KITA HARUS KELUAR DARI SINI”. Teriak Lala. “EMANG ADA APAAN?!”. Balas Kinara teriak.”UDAH GAK USAH BANYAK OMONG! IKUT AJA KITA HARUS KELUAR DARI SINI!”.

Teriakan Lala mampu membuat Kinara bungkam. Sesampainya mereka di luar, Kinara pun bertanya. “La emang kenapa kok kita harus lari dari situ udah gitu sampe narik narik aku kayak gitu lagi emangnya ada apa?”. Tanya Kinara. Tetapi Lala hanya diam saja dan tak menjawab pertanyaan Kinara. “La?Lala? kok diem aja sih?”. Tanya Kinara sambil menggoyang goyangkan badan Lala. “LALA! KOK GAK JA-“. “KINARA!”. Omongan kinara terpotong karena tiba tiba ada seorang perempuan datang kepadanya sambil berlari. Disitu Kinara terkejut bukan main karena seorang perempuan yang sedang menghampirinya sekarang adalah LALA sahabatnya yang tadi mengajaknya keluar. Bentar kan tadi Lala yang ngajak aku keluar tapi kok dia bisa ada disitu?kalo gitu disamping aku siapa dong? . kinara pun langsung refleks menengok ke arah samping dan ternyata Lala yang disampingnya sudah menghilang. “kok kamu ninggalin aku disitu sendirian sih?”. Tanya Lala kepada kinara.

Namun Kinara tidak menjawabnya karena dia masih shock dengan apa yang dilihatnya sekarang. “KINARA!”. Teriakan Lala itu mampu membuat Kinara bangun dari lamunannya. “ha…hah?…apa?…”. Tanya Kinara kaget. “kok kamu tadi ninggalin aku disitu sendirian?”. Tanya Lala kepada Kinara. “eh…eum…itu..tadi aku.. KEBELET PIPIS! Ya tadi itu aku kebelet pipis! Makanya aku ninggalin kamu tadi soalnya gak tahan hehe”. Kinara berusaha menutupi apa yang terjadi kepadanya dengan alasan lain. “dihh dasar.. yaudah kalo gitu kamu kan kalah jadi harus traktir aku makanan di warung bu Indar!”. Kata Lala semangat. “oh yaudah ayuk”. Jawab Kinara. “yaudah yuk ke warungnya bu Indar!”. Kata Lala senang. “yaudah hayuk!”. Jawab Kinara. Sekarang dikepalanya Kinara muncul dua pertanyaan. Yaitu siapa Lala yang tadi menariknya dan kenapa tadi dia disuruh keluar dari rumah itu. Dan disaat mereka sedang berjalan menuju ke warungnya bu Indar, tiba tiba di belakang mereka muncul seorang wanita berambut panjang yang sedang senyum mengerikan.

-TAMAT-

By: Gita Anindya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: