Gunung Merapi Mengalami Erupsi Ditengah Wabah Corona

Pada tanggal 27 maret 2020 gunung merapi mengalami erupsi kembali di saat indonesia sedang di sibukkan dengan penanganan wabah corona. Gunung merapi mengalami erupsi pada pukul 10.56 wib berdasarkan info dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit.

Berdasarkan pengamatan dari BPPTKG. tinggi kolom erupsi ± 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke Barat Daya. Dan erupsi dengan tingggi kolom 5000 adalah merupakan kejadian yang paling besar antara tahun 2019 dan 2020 dan untuk status merapi sendiri masih dalam posisi waspada dan ini danstatus ini di terapkan sejak 21 mei 2018 silam.Berdasarkan keterangan salah satu warga sleman mengatakan bahwa dia tidak melihat sendiri hanya dapat berita dari media sosial

Petugas Pengamat  Merapi Pos Babadan, Bapak Yulianto di Magelang menegaskan bahwa semburan gunung paling aktif di Jawa tengah itu terlihat berwarna kelabu sampai cokelat dengan intensitas tebal cenderung ke arah barat daya.

Beberapa daerah yang terdampak dengan adanya letusan gunung merapi ini melaporkan telah terjadi hujan abu antara lain Mangunsuko, Banyubiru, dan Keningar.

Kakibat dari letusan gunung merapi ini himbauan BPPTKG agar warga tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi jawa tengah.

Sumber:media.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: