Letak Nomer Rangka Mobil Nisan Evalia

Bagi anda yang baru memiliki mobil jenis nisan evalia tentunya untuk mencari dimana nomer rangkany apasti bingung, nah perlu di ketahui bahwa Letak Nomer Rangka Mobil Nisan Evalia adanya di bawah jok bangku depan sebelah kanan. Dan untuk bisa melihatnya perlu membuka karpet penutup dan lapisan yang letaknya di samping kanan bawah jok.

Nomor rangka sejatinya terpasang di setiap mobil. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum tahu fungsi dari nomor rangka tersebut.Mungkin kita juga bertanya-tanya, sebenarnya apa sih  fungsi dari nomor rangka ini? Kenapa nomornya banyak dan tidak beraturan? dan ternyata nomor rangka pada mobil punya arti.

Nah, kira-kira fakta unik apa saja yang ada dibalik nomor rangka mobil yang panjang ini?

Biasanya nomor rangka yang ada di mobil jumlahnya 17, terdiri dari gabungan huruf dan angka. Sebetulnya, ini merupakan kode internasional yang dibuat untuk memudahkan identifikasi mobil.

Biasanya, kode ini dikenal juga dengan nama Vehicle Identification Number (VIN). Di banyak negara, ada beberapa VIN yang dipakai pada mobil. Contohnya di Indonesia, VIN yang dipakai mengacu ISO 3779. VIN versi ISO 3779 terdiri dari 17 digit yang dibagi menjadi tiga bagian.

Tiga digit pertama itu biasanya World Manufacturer Identification (WMI). Lalu, digit keempat sampai sembilan adalah Vehicle Descriptor Section (VDS). Digit kedelapan terakhir adalah Vehicle Identifier Section (VIS). Misanya nomor rangka mobil tertulis WDB1240306B509838. Itu berarti tiga digit pertama adalah WMI yang menunjukkan identitas pabrik pembuat mobil tersebut. Kemudian, digit keempat sampai kesembilan adalah VDS (124030), dan digit kedelapan terakhir adalah VIS (6B509838)

 

Resep Cara Membuat Soto Ayam Lamongan

Resep Cara Membuat Soto Ayam  Lamongan. Soto ayam Lamongan merupakan makanan yang terkenal dengan kuahnya yang gurih dan segar. Bagi yang hobi dengan masakan ini bisa mencoba untuk membuat dirumah Menu ini bisa di praktikkan di rumah untuk keluarga. Bukan hanya gurih rasanya tapi soto yang berkuah kuning ini menawarkan kenikmatan yang luar biasa ketika disandingkan dengan nasi hangat dan sambal dan disertai dengan kerupuk sebagai pendamping.

Umumnya soto ini dijual dalam gerobak, warung tenda hingga rumah makan. Sekilas soto ayam Lamongan terlihat seperti soto ayam berkuah kuning biasa. Namun, jika dilihat teliti barulah terlihat bedanya.
Soto Lamongan ini selalu disajikan dengan bubuk berwarna kuning oranye yang disebut koya udang. Dibuat dari gerusan halus kerupuk udang. Makanya kuah soto Lamongan akan jadi sedikit kental dan gurih luar biasa setelah diaduk dengan koya.

Jika biasanya anda menikmati soto ayam khas Lamongan di rumahmakan atau gerobak, kali ini kita bisa mencoba untuk membuat sendiri.

Bahan yang perlu di siapkan adalah sebagai berikut:

Bahan :

1 ekor (1 kg) ayam kampung
2 liter air
3 sdm minyak sayur
2 batang daun bawang, potong kasar
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk purut
3 lembar daun salam
3 cm lengkuas, memarkan

Haluskan:

5 siung bawang putih
3 butir bawang merah
4 butir kemiri
4 cm kunyit tua,bakar,kerok
1 cm jahe
1 sdt merica butiran
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
Koya Udang:
5 buah kerupuk udang
1 sdm bawang putih goreng
Isian:
25 g suun, rendam hingga lunak, tiriskan
2 buah tomat, iris kasar
50 g kol, iris kasar
2 butir telur rebus
Pelengkap
daun bawang iris halus
bawang merah goreng
sambal rawit merah
kecap manis
jeruk nipis

Cara Membuat :

Potong ayam menjadi 4 bagian lalu cuci bersih dan tiriskan.
Didihkan air dalam panci, masukkan ayam, kecilkan api. Masak hingga daging ayam hampir lunak.
Tumis Bumbu Halus hingga wangi.
Tambahkan serai, daun jeruk, daun salam dan lengkuas. Aduk hingga harum, angkat, masukkan ke dalam rebusan ayam. Tambahkan air hingga kaldunya 2 liter.
Masukkan daun bawang, kecilkan api. Masak terus hingga ayam lunak. Matikan api.
Angkat potongan ayam dan tiriskan.
Koya Udang:
Masukkan kerupuk udang dan bawang putih goreng dalam grinder, proses hingga halus.
Penyajian:
Taruh suun, kol, tomat dan suwiran ayam dalam mangkuk.
Tuangi kaldu panas. Taburi koya udang.
Sajikan dengan Pelengkapnya.

Pertama kita pilih ayam kampung sebagai bahan utamanya. Sebisa mungkin agar rasanya lebih nikmat Gunakan ayam utuh agar kita bisa mendapatkan kaldu gurih dari tulang ayam. Gunakan api kecil ketika merebus ayam supaya kandungan kaldu keluar secara sempurna dan daging ayamnya empuk merata.

Selanjutnya yang menjadi khas dari menu ini adalah aroma dan warna kuahnya. Berikut ini rahasianya yang ternyata  dari kunyit bakar. Sebelum di olah Cuci bersih kunyit, panggang di kompor hingga kulitnya berubah warna, kupas kunyit, dan baru  dihaluskan bersama bumbu lainnya. Kunyit yang dibakar ini ternyata memberi aroma yang khas sekaligus memberi warna kuning yang terang untuk kuah soto.

Setelah semua siap tingggal kita mengolahnya

 

Teks Janji Taekwondo Indonesia

Janji Taekwondo Indonsesia adalah semboyan yang harus di ucapkan dan di ketahui oleh seluruh calon peserta Taekwondoin, Hal ini penting mengingat janji taekwondo adalah pedoman yang harus di ingat dan di jalankan bagi setiap anggota Taekwondioin.

Berikut ini adalah Teks Janji Taekwondo Indonesia

Kami Taekwondo Indonesia,
Berjanji :

  1. Menjunjung tinggi nama bangsa dan negara Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Mentaati azas-azas Taekwondo Indonesia.
  3. Menghormati pengurus, pelatih, senior dan sesama Taekwondoin dalam mengembangkan Taekwondo Indonesia.
  4. Selalu berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam menjaga nama baik Taekwondo Indonesia.
  5. Menjadi pembela keadilan dan kebenaran.

 

Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Kabupaten Tangerang Periode 3 Th 2023

Taekwondo Pengcab Kabupaten Tangerang mengadakan ujian kenaikan tingkat periode 3 tahun 2023 yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang pada hari minggu (19/11/2023). Ujian ini di ikuti oleh berbagai club Taekwondo yang berada  di Kabupaten Tangerang

Ketua Bidang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo tingkat Kabupaten Tangerang, Master M. Suyudi mengatakan, kegiatan ujian kenaikan tingkat sabuk ini diikuti oleh sekitar 33 club Taekwondo se Kabupaten Tangerang yang seluruhnya berjumlah 1.300 Taekwondoin. Dalan ujian ini para peserta diuji kemampuannya aesuai dengan tingkatan sabuk yang di miliki para peserta diantanya adalah  teknik tendangan atau dalam Taelwondo di sebut Chagi, Pukulan atau Cirugi,pertahanan dan serangan,” tutur Suyudi kepada Media disela acara, Minggu (19/11/2023).

Menurutnya kegiatan UKT Taekwondo tersebut, bertujuan untuk meningkatkan motivasi, prestasi bagi para Taekwondoin di Kabupaten Tangerang, disamping itu juga untuk mencari bibit- bibit atlit dan selanjutnya akan di bina dan di olah kemampuanya untuk menjadi atlit Taekwondo handal baik tingkat Kabupaten, Provinsi maupun tingkat Nasional.

Kegiatan ini juga memberikan nilai positif bagi para peserta dalam pendidikan, memberikan nilai tambah bagi siswa dari SD, SMP hingga SMA. M Suyudi mengatakan” Kami mendatangkan delapan penguji dan tujuh asisten penguji yang telah memiliki lisensi penguji nasional dalam melakukan pengujian para peserta,” .

Sementara itu, Ketua Harian Taekwondo Pengurus Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin mengatakan, agenda UKT Taekwondo tersebut merupakan agenda yang rutin dilakukan pengurus Taekwondo Kabupaten Tangerang setiap tahunnya, dalam setahun akan ada 3 kali ujian kenaikan tingkat .

“Kami sangat bangga karena antusiasme peserta untuk mengikuti ujian kenaikan sabuk ini sangat tinggi. Ini terbukti, ada sebanyak 33 club mengirimkan Taekwondoin nya untuk mengikuti uji kemampuan yang dimilikinya selama latihan di unit masing2. Jumlah tidak lumayan banyak yaitu 1300 peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat,” tutur Sangki. Beliau juga menjelaskan, UKT Taekwondo di Kabupaten Tangerang dilaksanakan tiga kali dalam setahun dan yang kali ini merupakan periode terakhir di tahun 2023. Hal ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlit Taekwondo di tingkat Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap melalui UKT yang dilaksanakan secara rutin ini, bisa melahirkan generasi-generasi atlit Taekwondo yang mumpuni dan handal dan berprestasi dengan begitu bisa membawa nama baik daerah melalui event tingkat daerah maupun nasional dan bahkan internasional,” tuturnya.

Sumber:enbigi.com

Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Garuda Club Periode 3 Th 2023

Ujian Kenaikan Tingkat & Try in Taekwondo All Team Garuda Club 19 November 2023. Taekwondo Garuda Club menggelar Ujian Kenaikan Tingkat dan Try In yang dilaksanakan di Pusat Pemerintahan(puspem) Kota Tangerang, Minggu (19/11/2023). UKT yang diselenggarakan setiap empat bulan sekali ini diikuti oleh kurang lebih 964 Taekwondoin Garuda Club yang terdiri dari beberapa Club yang ada di kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Pada Ujian Kenaikan Tingkat kali ini Taekwondo Garuda Club mengadakan Ujian Khusus Untuk Club yang ada baik di kabupaten kota dan Tangerang selatan, hal ini di lakukan selain untuk ajang silaturahmi khusunya Garuda Club juga untuk ajang Try in bagi pemula dan juga pemberian Reward kepada atlit dan pelatih yang telah berprestasi dan berperan dalam mengembangkan Taekwondo Khususnya Taekwondo Garuda Club. Kesan baik juga disampaikan oleh para pengurus dan Pelatih Garuda Club dan juga orang tua murid baik yang di Kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang mengenai pelaksanaan  Ujian Garuda Club kali ini  Karena di samping melaksanakan ujian juga dilaksanakan Try in, sehingga para Taekwondoin mendapatkan pengalaman dan mental bertanding meskipun hanya dengan hanya satu Club yang sama namun antusias para orang tua dan peserta ujian sangatlah luar biasa.

Garuda  Club yang saat ini di pimpin oleh Ketua Umum Sbmnim Edi Suyanto SE,MM dan Ketua harian yang baru saja terpilih Sbmnim Azis Farhan  merupakan salah satu Club Taekwondo yang berdiri di tahun 80 an yang pusat awal latihan adalah GOR Kota tangerang dan Jakarta, namun seiring dengan berjalanya waktu sampai saat ini baik di Kota Tangerang, Kota Tangerang selatan dan Kabupaten Tangerang sudah banyak unit yang tersebar baik di sekolah maupun di tempat umum .

Dalam sambutanya yang di sampaikan oleh ketua umum Sbmnim Edi Suyanto menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan Taekwondo Khususnya Garuda Club karena saat ini merupakan Club yang cukup besar Terutama Di Tangerang Raya, dan beliau juga menyampaikan terimakasih kepada semua Pelatih dan Pengurus yang konsisten mengembangkan Olahraga Beladiri Taekwondo.

Sumber: enbigi.com

Cara Mengubah PDF e Word Dengan Sangat Mudah

Mari kita mengenal apa itiu PDF. PDF (Portable Document Format) adalah format yang sangat umum digunakan untuk menyimpan dan berbagi informasi. Di dalam dunia digital yang canggih dan modern, dokumen  Meskipun PDF sangat berguna untuk mempertahankan format dan tampilan dokumen, terkadang kita perlu mengedit atau memodifikasi teks dalam file PDF. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengonversi PDF ke format Word (doc atau docx) yang dapat diedit. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara-cara yang mudah untuk mengubah PDF ke Word.

  • Menggunakan Adobe Acrobat Reader (versi berbayar)

    Adobe Acrobat Reader adalah salah satu alat terbaik untuk mengonversi PDF ke Word. Versi berbayarnya, Adobe Acrobat Pro, menyediakan fitur-fitur canggih untuk mengedit dan mengonversi dokumen PDF. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Buka Adobe Acrobat Pro.

    2. Pilih “File” dan kemudian “Open” untuk membuka file PDF yang ingin Anda konversi.

    3. Setelah file terbuka, pilih “File” lagi, lalu pilih “Save As” dan pilih format “Microsoft Word” (.docx).

    4. Beri nama file baru dan pilih lokasi penyimpanan.

    5. Klik “Save” untuk mengonversi file PDF ke Word.

  • Menggunakan Aplikasi Konverter Online

    Ada banyak layanan konverter online gratis yang dapat Anda gunakan untuk mengubah PDF ke Word tanpa perlu mengunduh perangkat lunak tambahan. Beberapa situs web populer yang menawarkan layanan ini adalah Smallpdf, ILovePDF, dan Online2PDF. Berikut panduan umumnya:

    1. Buka situs web konverter PDF pilihan Anda.

    2. Unggah file PDF yang ingin Anda konversi.

    3. Pilih format output sebagai “Microsoft Word” atau “DOC/DOCX.”

    4. Klik “Convert” atau “Start” untuk memulai proses konversi.

    5. Setelah selesai, unduh file Word yang telah dikonversi.

  • Menggunakan Microsoft Word (Versi Terbaru)

    Microsoft Word versi terbaru (2013 dan setelahnya) memiliki kemampuan untuk mengimpor dan mengonversi PDF ke Word. Prosesnya sederhana:

    1. Buka Microsoft Word.

    2. Pilih “File” dan kemudian “Open” untuk membuka file PDF.

    3. Setelah file PDF terbuka, Word akan memberikan peringatan bahwa akan mengonversi file tersebut. Klik “OK.”

    4. Kemudian, Anda dapat mengedit dan menyimpan file tersebut dalam format .docx.

  • Menggunakan Aplikasi Konverter Desktop

    Selain aplikasi berbasis web, ada banyak aplikasi desktop yang dapat digunakan untuk mengonversi PDF ke Word, seperti Adobe Acrobat Pro (seperti yang telah disebutkan sebelumnya), Nitro PDF, dan PDFelement. Langkah-langkah umumnya mirip dengan menggunakan Adobe Acrobat Pro.

Mengubah PDF ke Word adalah proses yang mudah dilakukan dengan berbagai metode yang tersedia. Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan perangkat yang Anda gunakan. Namun, perlu diingat bahwa hasil konversi mungkin bervariasi tergantung pada kompleksitas dokumen PDF Anda. Selain itu, pastikan Anda memiliki izin untuk mengubah dan menggunakan materi yang ada dalam dokumen PDF tersebut agar sesuai dengan hak cipta dan aturan hukum yang berlaku. Dengan demikian, Anda dapat dengan mudah mengedit, memodifikasi, atau membagikan informasi yang diperlukan dari file PDF Anda dalam format Word yang dapat diedit.

Sumber: https://umsu.ac.id

Asal Usul Nama Tangerang Propinsi Banten

Nama Tangerang berasal dari kata “Tangeran”, kata “Tangeran” dalam bahasa Sunda memiliki arti “tanda”. Tangeran di sini berupa tugu yang didirikan sebagai tanda batas wilayah kekuasaan Banten dan VOC, pada waktu itu.

Tangeran tersebut berlokasi dibagian barat Sungai Cisadane (Kampung Grendeng atau tepatnya di ujung jalan Otto Iskandar Dinata sekarang). Tugu tersebut dibangun oleh Pangeran Soegiri, salah satu putra Sultan Ageng Tirtayasa.

Pada tugu tersebut tertulis prasasti dalam huruf Arab gundul dengan dialek Banten, yang isinya sebagai berikut :

Bismillah peget Ingkang Gusti
Diningsun juput parenah kala Sabtu
Ping Gasal Sapar Tahun Wau
Rengsena Perang nelek Nangeran
Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian
Sakebeh Angraksa Sitingsung Parahyang-Titi

Artinya terjemahan dalam bahasa Indonesia :
Dengan nama Allah tetap Maha Kuasa
Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu
Tanggal 5 Sapar Tahun Wau
Sesudah perang kita memancangkan Tugu
Untuk mempertahankan batas Timur Cipamugas
(Cisadane) dan Barat yaitu Cidurian
Semua menjaga tanah kaum Parahyang

Kemudian kata “Tangeran” berubah menjadi “Tangerang” disebabkan pengaruh ucapan dan dialek dari tentara kompeni yang berasal dari Makasar. Orang-orang Makasar tidak mengenal huruf mati, akhirnya kata “Tangeran” berubah menjadi “Tangerang”.

Menurut kajian buku “Sejarah Kabupaten Tangerang” yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang bekerjasama dengan LPPM Unis Tangerang, daerah Tangerang sejak dulu telah mengenal pemerintahan. Cerita pemerintahan ini telah berkembang di masyarakat.

Cerita itu berawal dari tiga maulana yang diangkat oleh penguasa Banten pada waktu itu. Tiga Maulana kemudian mendirikan kota Tangerang itu adalah Yudhanegara, Wangsakara dan Santika. Pangkat ketiga Maulana tersebut adalah Aria.

Pemerintahan kemaulanaan yang menjadi pusat perlawanan terhadap penjajah di Tigaraksa (artinya pemimpin), mendirikan benteng, disepanjang tepi Sungai Cisadane. Kata “Benteng” ini kemudian menjadi sebutan kota Tangerang. Dalam pertempuran melawan VOC, maulana ini berturut-turut gugur satu persatu. Dengan gugurnya para maulana, maka berakhirlah pemerintahan kemaulanaan di Tangerang. Masyarakat mengangap pemerintahan kemaulanaan ini sebagai cikal bakal pemerintahan di Tangerang.

Untuk mengungkapkan asal-usul tangerang sebagai kota “Benteng”, diperlukan catatan yang menyangkut perjuangan. Menurut sari tulisan F. de Haan yang diambil dari arsip VOC,resolusi tanggal 1 Juni 1660 dilaporkan bahwa Sultan Banten telah membuat negeri besar yang terletak di sebelah barat sungai Untung Jawa, dan untuk mengisi negeri baru tersebut Sultan Banten telah memindahkan 5 sampai 6.000 penduduk.

Kemudian dalam Dag Register tertanggal 20 Desember 1668 diberitakan bahwa Sultan Banten telah mengangkat “Radin Sina Patij dan Keaij Daman” sebagai penguasa di daerah baru tersebut. Karena dicurigai akan merebut kerajaan, Raden Sena Pati dan Kyai Demang dipecat Sultan. Sebagai gantinya diangkat Pangeran Dipati lainnya. Atas pemecatan tersebut Ki Demang sakit hati. Kemudian tindakan selanjutnya ia mengadu domba antara Banten dan VOC. Tetapi ia terbunuh di Kademangan.

Dalam arsip VOC selanjutnya, yaitu dalam Dag Register tertanggal 4 Maret 1980 menjelaskan bahwa penguasa Tangerang pada waktu itu adalah ”Keaij Dipattij Soera Dielaga”. Kyai Soeradilaga dan putranya Subraja minta perlindungan kompeni dengan diikuti 143 pengiring dan tentaranya (keterangan ini terdapat dalam Dag Register tanggal 2 Juli 1982). Ia dan pengiringnya ketika itu diberi tempat di sebelah timur sungai, berbatasan dengan pagar kompeni.

Ketika bertempur dengan Banten, ia beserta ahli perangnya berhasil memukul mundur pasikan Banten. Atas jasa keunggulannya itu kemudian ia diberi gelar kehormatan Raden Aria Suryamanggala, sedangkan Pangerang Subraja diberi gelar Kyai Dipati Soetadilaga. Selanjutnya Raden Aria Soetadilaga diangkat menjadi Bupati Tangerang I dengan wilayah meliputi antara sungai Angke dan Cisadane. Gelar yang digunakannya adalah Aria Soetidilaga I. Kemudian dengan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 April 1684, Tangerang menjadi kekuasaan kompeni, Banten tidak mempunyai hak untuk campur tangan dalam mengatur tata pemerintahan di Tangerang. Salah satu pasal dari perjanjian tersebut berbunyi: ”Dan harus diketahui dengan pasti sejauh mana batas-batas daerah kekuasaan yang sejak masa lalu telah dimaklumi maka akan tetap ditentukan yaitu daerah yang dibatasi oleh sungai Untung Jawa atau Tangerang dari pantai Laut Jawa hingga pegunungan-pegunungan sejauh aliran sungai tersebut dengan kelokan-kelokannya dan kemudian menurut garis lurus dari daerah Selatan hingga utara sampai Laut Selatan. Bahwa semua tanah disepanjang Untung Jawa atau Tangerang akan menjadi milik atau ditempati kompeni”

Dengan adanya perjanjian tersebut daerah kekuasaan bupati bertambah luas sampai sebelah barat sungai Tangerang. Untuk mengawasi Tangerang maka dipandang perlu menambah pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan sungai Tangerang, karena orang-orang Banten selalu menekan penyerangan secara tiba-tiba. Menurut peta yang dibuat tahun 1962, pos yang paling tua terletak di muara sungai Mookervaart, tepatnya disebelah utara Kampung Baru. Namun kemudian ketika didirikan pos yang baru, bergeserlah letaknya ke sebelah Selatan atau tepatnya di muara sungai Tangerang.

Menurut arsip Gewone Resolutie Van hat Casteel Batavia tanggal 3 April 1705 ada rencana merobohkan bangunan-bangunan dalam pos karena hanya berdinding bambu. Kemudian bangunannya diusulkan diganti dengan tembok. Gubernur Jenderal Zwaardeczon sangat menyetujui usulan tersbut, bahkan diinstruksikan untuk membuat pagar tembok mengelilingi bangunan-bangunan dalam pos penjagaan. Hal ini dimaksudkan agar orang Banten tidak dapat melakukan penyerangan. Benteng baru yang akan dibangun untuk ditempati itu direncanakan punya ketebalan dinding 20 kaki atau lebih. Disana akan ditempatkan 30 orang Eropa dibawah pimpinan seorang Vandrig(Peltu) dan 28 orang Makasar yang akan tinggal diluar benteng. Bahan dasar benteng adalah batu bata yang diperoleh dari Bupati Tangerang Aria Soetadilaga I.

Setelah benteng selesai dibangun personilnya menjadi 60 orang Eropa dan 30 orang hitam. Yang dikatakan orang hitam adalah orang-orang Makasar yang direkrut sebagai serdadu kompeni. Benteng ini kemudian menjadi basis kompeni dalam menghadapi pemberontakan dari Banten. Kemudian pada tahun 1801, diputuskan untuk memperbaiki dan memperkuat pos atau garnisun itu, dengan letak bangunan baru 60 roeden agak ke tenggara, tepatnya terletak disebelah timur Jalan Besar pal 17. Orang-orang pribumi pada waktu itu lebih mengenal bangunan ini dengan sebutan ”Benteng”. Sejak itu, Tangerang terkenal dengan sebutan Benteng. Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak terawat lagi, bahkan menurut ”Superintendant of Publik Building and Work” tanggal 6 Maret 1816 menyatakan: ”…Benteng dan barak di Tangerang sekarang tidak terurus, tak seorangpun mau melihatnya lagi. Pintu dan jendela banyak yang rusak bahkan diambil orang untuk kepentingannya”

Kabupaten Tangerang sejak ratusan tahun lalu sudah menjadi daerah perlintasan perniagaan, perhubungan sosial dan interaksi antardaerah lain. Hal ini, disebabkan letak daerah ini yang berada di dua poros pusat perniagaan Jakarta – Banten.

Berdasarkan catatan sejarah, daerah ini sarat dengan konflik kepentingan perniagaan dan kekuasaan wilayah antara Kesultanan Banten dengan Penjajah Belanda.

Secara tutur-tinular, masa pemerintahan pertama secara sistematis yang bisa diungkapkan di daerah dataran ini, adalah saat Kesultanan Banten yang terus terdesak agresi penjajah Belanda lalu mengutus tiga maulananya yang berpangkat aria untuk membuat perkampungan pertahanan di Tangerang.

Ketiga maulana itu adalah Maulana Yudanegara, Wangsakerta dan Santika. Konon, basis pertahanan merka berada di garis pertahanan ideal yang kini disebut kawasan Tigaraksa dan membentuk suatu pemerintahan. Sebab itu, di legenda rakyat cikal-bakal Kabupaten Tangerang adalah Tigaraksasa [sebutan Tigaraksasa, diambil dari sebutan kehormatan kepada tiga maulana sebagai tiga pimpinan = tiangtiga = Tigaraksa].

Pemerintahan ketiga maulana ini, pada akhirnya dapat ditumbangkan dan seluruh wilayah pemerintahannya dikuasai Belanda, berdasar catatan sejarah terjadi tahun 1684. Berdasar catatan pada masa ini pun, lahir sebutan kota Tangerang. Sebutan Tangerang lahir ketika Pangeran Soegri, salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten membangun tugu prasasti di bagian barat Sungai Cisadane [diyakini di kampung Gerendeng, kini].

Tugu itu disebut masyarakat waktu itu dengan Tangerang [bahasa Sunda=tanda] memuat prasasti dalam bahasa Arab Gundul Jawa Kuno, “Bismillah peget Ingkang Gusti/Diningsun juput parenah kala Sabtu/Ping Gangsal Sapar Tahun Wau/ Rengsenaperang netek Nangeran/Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian/Sakabeh Angraksa Sitingsun Parahyang”

Arti tulisan prasasti itu adalah: “Dengan nama Allah tetap Yang Maha Kuasa/Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu/Tanggal 5 Sapar Tahun Wau/Sesudah perang kita memancangkan tugu/Untuk mempertahankan batas timur Cipamugas [Cisadane] dan barat Cidurian/ Semua menjaga tanah kaum Parahyang”

Diperkirakan sebutan Tangeran, lalu lama-kelamaan berubah sebutan menjadi Tangerang.
Desakan pasukan Belanda semakin menjadi-jadi di Banten sehingga memaksa dibuatnya perjanjian antar kedua belah pihak pada 17 April 1684 yang menjadikan daerah Tangerang seluruhnya masuk kekuasaan Penjajah Belanda. Sebagai wujud kekuasaannya, Belanda pun membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Banten dengan dibawah pimpinan seorang bupati.

Para bupati yang sempat memimpin Kabupaten Tangerang periode tahun 1682 – 1809 adalah Kyai Aria Soetadilaga I-VII. Setelah keturunan Aria Soetadilaga dinilai tak mampu lagi memerintah kabupaten Tangerang dengan baik, akhirnya penjajah Belanda menghapus pemerintahan di daerah ini dan memindahkan pusat pemerintahan ke Jakarta.

Lalu, dibuat kebijakan sebagian tanah di daerah itu dijual kepada orang-orang kaya di Jakarta, sebagian besarnya adalah orang-orang Cina kaya sehingga lahir masa tuan tanah di Tangerang.

Pada 8 Maret 1942, Pemerintahan Penjajah Belanda berakhir di gantikan Pemerintahan Penjajah Jepang. Namun terjadi serangan sekutu yang mendesak Jepang di berbagai tempat, sebab itu Pemerintahan Militer Jepang mulai memikirkan pengerahan pemuda-pemuda Indonesia guna membantu usaha pertahanan mereka sejak kekalahan armadanya di dekat Mid-way dan Kepulauan Solomon.

Kemudian pada tanggal 29 April 1943 dibentuklah beberapa organisasi militer, diantaranya yang terpenting ialah Keibodan [barisan bantu polisi] dan Seinendan [barisan pemuda]. Disusul pemindahan kedudukan Pemerintahan Jakarta Ken ke Tangerang dipimpin oleh Kentyo M Atik Soeardi dengan pangkat Tihoo Nito Gyoosieken atas perintah Gubernur Djawa Madoera. Adapun Tangerang pada waktu itu masih berstatus Gun atau kewedanan berstatus ken (kabupaten).

Berdasar Kan Po No. 34/2604 yang menyangkut pemindahan Jakarta Ken Yaskusyo ke Tangerang, maka Panitia Hari Jadi Kabupaten Tangerang menetapkan terbentuknya pemerintahan di Kabupaten Tangerang. Sebab itu , kelahiran pemerintahan daerah ini adalah pada tanggal 27 Desember 1943. Selanjutnya penetapan ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Tangerang Nomor 18 Tahun 1984 tertanggal 25 Oktober 1984.

Dalam masa-masa proklamasi, telah terjadi beberpa peristiwa besar yang melibatkan tentara dan rakyat Kabupaten Tangerang dengan pasukan Jepang dan Belanda, yaitu Pertempuran Lengkong dan Pertempuran Serpong.

Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Tangerang sebagai daerah lintasan dan berdekatan dengan Ibukota Negara Jakarta melesat pesat. Apalagi setelah diterbitkannya Inpres No.13 Tahun 1976 tentang pengembangan Jabotabek, di mana kabupaten Tangerang menjadi daerah penyanggah DKI Jakarta.

Tanggal 28 Pebruari 1993 terbit UU No. 2 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kota Tangerang. Berdasarkan UU ini wilayah Kota Administratif Tangerang dibentuk menjadi daerah otonomi Kota Tangerang, yang lepas dari Kabupaten Tangerang. Berkaitan itu terbit pula Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1995 tentang pemindahan Ibukota Kabupaten Dati II Tangerang dari Wilayah Kotamadya Dati II Tangerang ke Kecamatan Tigaraksa.

Akhirnya, pada awal tahun 2000, pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pun di pindahkan Bupati H. Agus Djunara ke Ibukota Tigaraksa. Pemindahan ini dinilai strategis dalam upaya memajukan daerah karena bertepatan dengan penerapan otonomi daerah, diberlakukannya perimbangan keuangan pusat dan daerah, adanya revisi pajak dan retribusi daerah, serta terbentuknya Propinsi Banten.

Sumber: abouttng.com

Kejuaraan Taekwondo Danrem 052 Wijayakrama Tangerang 27-29 Oktober 2023

Komandan Korem 052/Wijayakrama Brigadir jendral TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., membuka dengan resmi Kejuaraan Taekwondo Piala Danrem Cup 2023 yang bertempat di GOR Indoor Kelapa Dua Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang, Sabtu (28/10). Kegiatan ini di lakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-25 Korem 052/Wijayakrama.
 
Dalam pidato sambutannya, Komandan Korem mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding kepada para Atlet Taekwondo di kejuaraan Piala Danrem Cup. Dan juga mengucapkan terima kasih dan  memberi apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan, sinergi dan kerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam acara ini. 
 
“Utamanya tuan rumah Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah banyak mengakomodir dan melayani kebutuhan terkait sarana maupun prasarana pertandingan, baik untuk para atlet dan tim official, juga kepada para wasit dan seluruh panitia pelaksana,” tutur Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.
 
Menurut Brigjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo , kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan pembinaan olah raga terutama cabang beladiri Taekwondo, sehingga dapat menjadi wadah untuk pembibitan olah raga Taekwondo. Dan menyampaikan apresiasi yang tulus kepada semua peserta, pelatih, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan ajang bergengsi ini. 
 
“Olahraga Taekwondo bukan hanya sekadar olahraga fisik, akan tetapi juga dapat melatih karakter, sportifitas, disiplin, dan semangat juang. Bukan hanya bersaing untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk membuktikan keunggulan dan sportivitas dalam bertanding,” imbuhnya. 
Beliau  juga mengajak untuk menjaga sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi etika olahraga, sehingga acara ini menjadi tonggak bersejarah dalam perkembangan Taekwondo di Kabupaten Tangerang. Danrem juga berpesan kepada para peserta kejuaraan Taekwondo, yang menang janganlah berbangga hati lalu timbul sifat sombong, sebaliknya untuk yang kalah janganlah berkecil hati, karena kekalahan sejatinya adalah kemenangan yang tertunda sehingga jangan menyalahkan sesama teamnya, karena hal tersebut tidak mencerminkan jiwa sportifitas.
“Oleh karenanya, Danrem juga berpesan kepada wasit dan pembantu wasit hendaknya dapat memberikan sikap yang tegas, keputusan yang tepat, sportifitas dan tidak memihak, sehingga setiap keputusan yang diberikan oleh wasit dapat diterima oleh semua pihak,” pesan Danrem. 
 
Sementara itu untuk hasil akhir dari kejuaraan Kejuaraan Taekwondo Danrem 052 Wijayakrama Tangerang yang di laksanakan dari tgl 27 s/d 29 Okrober 2023 , Juara Umum 1 over all di raih oleh Kontingen Garuda 1 Dan sebagai Juara 2 Over all di raih oleh Garuda 2 sedangkan Juara 3 over all di raih oleh Fun club. Kejuaraan ini merupakan Even nasional yang di ikuti oleh 1800 peserta dari 6 Provinsi.