Bagaimana Agar Tetap Sehat Meskipun Suasana Pandemi Covid 19

Bagaimana Agar Tetap Sehat Meskipun Suasana Pandemi Covid 19, disaat masa pandemi covid 19 semua kegiatan yang sifatnya berkerumun atau bergerombol akan dilarang oleh pemerintah setempat baik daerah maupun nasional. Ini semua bertujuan agar penyebaran covid 19 dapat di tanggulangi dan mencegah penyebaran yang semakin meluas. Nah tentunya kegiatan olahragapun sama akan mendapatkan larangan dan ini berlaku untuk kegiatan olahraga yang sifatnya berkerumun atau berkumpul. Untuk mensiasati ini tentunya kita harus mempunyai metode yang tepat dan aman.

Menurut surat edaran dengan No 6.11.1 Tahun 2020 Tentang Protokol Kesehatan Pencegahan Penularanan COVID-19 pada kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan, terdapat ketentuan dan beberapa syarat yang harus dipatuhi supaya aktifitas berolahraga bersama masih bisa  dilakukan di luar rumah, hal ini seperti dimuat dari situs resmi BNPB. Persyaratan tersebut meliputi beberapa aspek diantaranya adalah, pemakaian masker pada saat berolahraga dan sering mencuci tangan.
 
Himbauan dan Surat edaran tersebut bukan hanya ditujukan kepada masyarakat yang ingin beraktifitas  untuk melaksanakan olahraga di luar rumah, namun ini juga untuk para penyelenggara olahraga seperti Taekwondo, sepak bola, maupun jenis olahraga lainnya yang harus memfasilitasi berbagai hal sesuai anjuran protokol kesehatan. Beberapa fasilitas tersebut diantaranya adalah , pembersihan dan disinfektan secara terus menerus pada lokasi yang dipergunakan untuk latihan dan olahraga, penyediaan fasilitas untuk mencuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, serta penyelenggaraan aksi olahraga yang tidak dilakukan pada daerah yang sedang tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
Aktivitas atlet untuk mementaskan aksi olahraga di lapangan, akan benar-benar terwujud jika masyarakat juga menaati protokol kesehatan yang di tetapkan pemerintah. Sehingga para atlet bisa kembali berkompetisi,” ujar eko, mantan atlet Taekwondo. Peraih medali emas di kejuarann mahasiswa 2010 Antonius juga menyatakan hal yang sama, yakni agar mematuhi protokol kesehatan yang disarankan bagi publik yang ingin tetap  berlatih dan berolahraga di luar rumah. Yang terbaik adalah berolahraga di tempat pribadi dan tidak di tempat umum, sehingga dapat memperkecil potensi penularan CORONA, tetapi jika tetap ingin berolahraga di luar rumah harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang di anjurkan,” kata Anton.
 
Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan tentang aktivitas fisik untuk kesehatan secara global yang mana kegiatan olahraga yang dapat dijalankan oleh masyarakat terbagi menjadi tiga kelompok usia. Tiga kelompok usia berdasarkan anjuran WHO, adalah sebagai berikut kelompok usia 5-17 tahun, 18-64 tahun, dan 64 tahun ke atas.
 
A. Kelompok usia 5 sampai 17 th disarankann untuk melakukan aktifitas olahraga berdasarkan intensitas dari sedang hingga kuat paling sedikit 60 menit setiap harinya. Aktivitas pemuatan tulang pada umur tersebut, dapat dilakukan dengan dengan permainan berupa berlari, melompat, atau berputar. disamping itu, pekerjaan rumah, rekreasi, dan pendidikan jasmani yang direkomendasikan dari sekolah, keluarga, atau masyarakat pun dapat membantu aktivitas berolahraga di dalam rumah. Intensitas, durasi, dan frekuensi ektivitas pemuatan tulang tersebut dianjurkan untuk dilakukan secara bertahap khususnya bagi anak dan remaja yang tidak aktif berolahraga. Hal tersebut baik dilakukan, daripada tidak sama sekali.
 
B. Kelompok usia 18 sampai dengan 64 th, aktivitas olahraga fisik yang dapat dilaksanakan seperti aerobik minimal selama 150 menit dalam satu minggu dengan intensitas sedang, atau 75 menit dengan intensitas tinggi dalam seminggu. Pemenuhan durasi pada aktivitas intensitas sedang tersebut dapat dilakukan dengan cara membagi 30 menit setiap hari selama seminggu. Orang dewasa yang tidak pernah melakukan aktivitas fisik sama sekali, bisa berimplikasi pada beberapa penyakit berbahaya di antaranya adalah penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2.
 
C. Kelompok usia 65 th ke atas, nah kelompok ini tidak jauh berbeda dengan rekomendasi yang diberikan untuk kelompok umur 18 sd 65 th. Perbedanya adalah, kelompok ini perlu menyesuaikan dengan kondisi fisik yang mereka miliki, sehingga aktivitas kegiatan olahraga dilakukan sesuai dengan kemampuan fisik yang mereka puya. Kelompok usia 65 th ke atas pun harus melakukan aktivitas olahraga dengan seimbang selama 3 hari atau lebih dalam 1 minggu minggu. Pembagian usia tersebut dapat mendukung terlaksananya aktivitas berolahraga tanpa harus keluar  rumah, dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang di tetapkan.
 
Sumber :Google search

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: