Asal-usul Nama Balaraja Kabupaten Tangerang

tidak ada catatan sejarah yang pasti tentang siapa “menemukan” atau menamai Balaraja secara individu — yaitu tidak diketahui secara eksplisit nama tokoh tertentu yang mencetuskan nama tersebut dalam dokumen sejarah formal. 

📌 Asal-usul Nama Balaraja

Menurut sejarah dan tradisi lokal sekitar Balaraja (Tangerang, Banten), nama Balaraja didasarkan pada makna kata, bukan nama penemu atau pemberi nama tertentu. Ada dua penafsiran utama:

  1. Dari kata “Bala/Bale” + “Raja”
    “Bala” atau “bale” berarti tempat atau balai/persinggahan, dan “raja” berarti penguasa. Jadi, “Balaraja” dimaknai sebagai tempat peristirahatan atau persinggahan para raja di masa lalu.

  2. (Versi lain/variasi cerita rakyat)
    Sebuah versi lain menyatakan “Balaraja” pada awalnya merujuk pada pasukan raja atau memiliki kaitan dengan cerita rakyat seperti “pasukan raja tawon”, namun ini lebih banyak dijelaskan lewat cerita lisan dan variasi lokal. 

📌 Tidak Ada Catatan Nama Individu Pemberi Nama

Dalam sumber sejarah yang ada tidak disebutkan nama individu yang secara resmi menciptakan atau menamai wilayah tersebut “Balaraja”. Penamaan wilayah ini lebih merupakan hasil penggunaan kata linguistik dalam tradisi masyarakat lokal dan melekat sebagai nama tempat secara organik dalam sejarah daerah tersebut. 

🧠 Kesimpulan

  • Nama Balaraja berasal dari gabungan kata bermakna tempat singgah atau peristirahatan raja, dan bukan dinamai oleh satu tokoh tertentu dalam catatan sejarah formal.

  • Karena itu, tidak ada “penemu nama Balaraja” yang tercatat secara resmi — penamaan muncul dari makna tradisional yang berkembang di masyarakat lokal.

 

Garuda Club Sukses Raih Tiga Juara Umum di Prabu Challenge 9

Kesuksesan Garuda Club di ajang Prabu Challenge 9 menjadi bukti nyata hasil pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan. Bertanding di Indoor Stadium Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada 16–18 Januari 2026, Garuda Club berhasil menyabet tiga gelar juara umum dari kategori berbeda.

Dominasi tersebut semakin diperkuat dengan penghargaan Pemain Terbaik Putri Pra Cadet, yang menunjukkan kualitas atlet muda hasil pembinaan Garuda Club sejak usia dini.

Ketua Umum Garuda Club, Sbmnim Edi Suyanto, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan hasil sinergi atlet, pelatih, dan orang tua. Kami bersyukur bisa meraih juara umum di tiga kategori,” tutur Sbmnim Edi Suyanto .

Pada Prabu Challenge 9, Garuda Club meraih Juara Umum I Prestasi Pra Cadet, Juara Umum I Overall Semi Prestasi, dan Juara Umum I Overall Pemula. Selain itu, Degadis Alayda Tony dari SDN Sukasari 5 Kota Tangerang berhasil meraih gelar Pemain Terbaik Putri Pra Cadet.

Dari segi perolehan medali, Garuda Club tampil dominan dengan raihan emas, perak, dan perunggu dalam jumlah signifikan di seluruh kategori yang diikuti.

  • Prestasi Pra Cadet: 9 emas, 10 perak, 5 perunggu
  • Semi Prestasi: 17 emas, 5 perak, 6 perunggu
  • Pemula: 68 emas, 18 perak

Sbmnim Edi menegaskan bahwa fokus utama Garuda Club bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental juara para atlet sejak usia muda.(enbigi/Echoe).

 

 

Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo Kabupaten Tangerang Periode 3 Tahun 2025 Diikuti 300 Peserta

Kabupaten Tangerang – Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo Kabupaten Tangerang Periode 3 Tahun 2025 sukses digelar di GOR Saga Balaraja, dengan di ikuti sekitar 300 peserta dari dua klub, yaitu TBI  dan Garuda Club.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sabuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap materi ujian yang diberikan. Ujian meliputi teknik dasar, poomsae, kyorugi, fisik, serta sikap dan etika sebagai seorang atlet Taekwondo.

Ketua panitia UKT menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil latihan atlet sekaligus menjadi motivasi agar mereka terus berkembang dan berprestasi.
“UKT bukan hanya tentang kenaikan sabuk, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan mental juang atlet,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Didampingi pelatih dan orang tua, para atlet mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan penuh tanggung jawab. Pelatih dari klub TBI dan Garuda Club juga mengapresiasi semangat para peserta yang telah menjalani persiapan latihan secara intensif sebelum pelaksanaan UKT.

GOR Saga Balaraja dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memang untuk periode 3 ini masing2 club di perkenankan untuk melakukan ujian di tempat masing2 dengan memanggil Penguji dari Pengcab. Gor saga dipilih karena fasilitasnya yang memadai serta mampu menampung jumlah peserta yang cukup besar. Selama kegiatan berlangsung, panitia dan penguji memastikan ujian berjalan sesuai standar dan aturan Taekwondo yang berlaku.

Dengan terselenggaranya UKT Periode 3 Tahun 2025 ini, diharapkan Taekwondo Kabupaten Tangerang terus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Ketua panitia dalam sambutanya “Ujian Kenaikan Tingkat ini bukan sekadar formalitas kenaikan sabuk, tetapi menjadi sarana evaluasi kemampuan teknik, mental, dan disiplin atlet. Kami berharap seluruh peserta dapat terus meningkatkan prestasi dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Ketua Panitia UKT  gabungan Periode 3 Tahun 2025.(enbigi/echoe)

Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Taekwondo Kota Tangerang Periode 2025–2029

 

Kota Tangerang — Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota Tangerang periode 2025–2029 resmi dilantik pada Sabtu, 14 Desember 2025, bertempat di Hotel Olive, Kota Tangerang. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan sebagai langkah awal kepengurusan baru dalam memajukan prestasi taekwondo di Kota Tangerang.

Pelantikan pengurus dihadiri oleh Ketua Harian Taekwondo Indonesia Provinsi Banten, Sabeum nim Viva Zabreno, serta jajaran pembina, pengurus, pelatih, atlet, dan perwakilan klub taekwondo se-Kota Tangerang. Kehadiran pengurus provinsi menjadi bentuk dukungan dan penguatan terhadap kepengurusan baru agar mampu menjalankan organisasi secara profesional dan berkesinambungan.

Adapun susunan pengurus inti Taekwondo Kota Tangerang periode 2025–2029 yang dilantik adalah Roy Marjuk sebagai Ketua Umum, Revilindo, ST sebagai Ketua Harian, Yuli Purnama dan Raka sebagai Sekretaris, serta Angga Kristanto sebagai Bendahara.
Pengurus juga didukung oleh jajaran bidang dan seksi, antara lain Achmad Sofyan selaku Ketua Bidang Prestasi, Sribudoyo sebagai Ketua Bidang Organisasi, serta para kepala seksi yang membidangi latihan, pertandingan, perwasitan, ujian kenaikan tingkat, dana usaha, disiplin pelatih dan sabuk hitam, pengembangan klub dan unit, serta humas.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Taekwondo Kota Tangerang. Raker ini membahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya terkait pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang harus dilaksanakan sesuai regulasi dan standar Taekwondo Indonesia.

Selain itu, raker juga membahas ketentuan kepindahan atlet antar klub dengan menekankan tertib administrasi dan etika organisasi, guna menciptakan sistem pembinaan yang sehat dan adil. 

Agenda penting lainnya adalah pembahasan mengenai persyaratan pendirian klub taekwondo baru di Kota Tangerang. Pengurus menegaskan bahwa pembentukan klub baru harus memenuhi ketentuan organisasi yaitu minimal Pemegang Sabuk Hitam Dan IV Kukiwon, termasuk legalitas kepelatihan, struktur kepengurusan, dan komitmen terhadap pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, Pengurus Taekwondo Kota Tangerang periode 2025–2029 optimis dapat memperkuat sinergi antar klub, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong prestasi atlet Kota Tangerang agar mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Selanjutnya juga dilakukan prosesi penyematan sabuk hitam Kepada Ketua Umum Taekwondo Kota Tangerang, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, komitmen, serta kontribusi dalam pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo di Kota Tangerang.

BERIKUT SUSUNAN PENGURUS CABANG TAEKWONDO INDONESIA

KOTA TANGERANG

PERIODE 2025–2029

Pelindung / Penasihat

  1. Wali Kota Tangerang

  2. Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Banten

Pembina

  1. KONI Kota Tangerang

  2. Edy Suyanto, SE., MM

  3. Bambang Purnomo

Pengurus Harian

  • Ketua Umum : Roy Marjuk

  • Ketua Harian : Revilindo, ST

  • Sekretaris :

    1. Yuli Purnama

    2. Raka

  • Bendahara : Angga Kristanto

Bidang Prestasi

  • Ketua Bidang Prestasi : Achmad Sofyan

  • Kepala Seksi Latihan : Budi Andika, S.Psi

  • Kepala Seksi Pertandingan : Muhammad Samschonil Ghozzi, SH

  • Kepala Seksi Perwasitan : Mike Wulansih, ST., MM

  • Kepala Seksi UKT : Trianto Panji Purnomo, S.Pd

Bidang Dana Usaha

  • Kepala Seksi Dana Usaha :

    1. Siswanto

    2. Erdiansyah Slamet

Bidang Organisasi

  • Ketua Bidang Organisasi : Sribudoyo

  • Kepala Bidang Disiplin Pelatih dan Sabuk Hitam :

    1. Dian Hidayat

    2. Ujang Tresna

    3. Ahmad Bahrudin

Bidang Pengembangan dan Humas

  • Kepala Seksi Pengembangan Klub dan Unit : Rio Karno

  • Kepala Seksi Humas :

    1. Eko Meinarto

    2. Darusman

Sumber:enbigi.com

 

Hasil Perolehan Medali Cabor Taekwondo Popkot 1 Tangerang Desember 2025

Pekan Olahraga Kota (Popkot) Tangerang I – 2025
8–11 Desember 2025

Cabang olahraga Taekwondo menjadi salah satu pertandingan yang paling kompetitif dalam gelaran Pekan Olahraga Kota (Popkot) Tangerang I–2025. Digelar pada 8 hingga 11 Desember 2025, para atlet dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang beradu teknik, kecepatan, dan strategi untuk meraih medali terbaik bagi wilayahnya masing-masing.

Dari hasil resmi klasemen perolehan medali cabang Taekwondo, tercatat 8 kecamatan berhasil membawa pulang medali dengan total 30 medali terdiri dari 10 emas, 10 perak, dan 10 perunggu.

Klasemen Perolehan Medali Taekwondo Popkot Tangerang 2025

1. Kecamatan Tangerang – Juara Umum Taekwondo 2025

Kecamatan Tangerang tampil dominan dengan raihan 4 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu (total 7 medali). Prestasi ini mengukuhkan mereka sebagai penguasa podium untuk cabor Taekwondo tahun ini.

2. Kecamatan Karawaci

Karawaci juga menunjukkan performa kuat dengan total 7 medali, yaitu 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Hanya terpaut jumlah emas dari Kecamatan Tangerang, Karawaci menempati posisi kedua klasemen.

3. Kecamatan Periuk

Periuk menempati posisi ketiga dengan total 3 medali: 2 emas, 0 perak, dan 1 perunggu. Meskipun total medali tidak banyak, dua emas membuat Periuk masuk dalam jajaran tiga besar.

4. Kecamatan Cibodas

Dengan raihan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu (total 5 medali), Cibodas menjadi kecamatan dengan jumlah perak terbanyak di antara peserta lainnya.

5. Kecamatan Pinang

Pinang meraih 2 medali berupa 0 emas, 2 perak, dan 0 perunggu, menempatkannya pada posisi kelima.

6. Kecamatan Cipondoh

Cipondoh mengumpulkan 3 medali, masing-masing 0 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

7. Kecamatan Larangan

Larangan berhasil membawa pulang 2 medali perunggu, tanpa emas atau perak.

8. Kecamatan Neglasari

Neglasari meraih 1 medali perunggu dan menduduki peringkat kedelapan.

📊 Tabel Perolehan Medali Taekwondo Popkot Tangerang 2025

No Kecamatan Emas Perak Perunggu Total
1 Tangerang 4 2 1 7
2 Karawaci 3 2 2 7
3 Periuk 2 0 1 3
4 Cibodas 1 3 1 5
5 Pinang 0 2 0 2
6 Cipondoh 0 1 2 3
7 Larangan 0 0 2 2
8 Neglasari 0 0 1 1
— Total Keseluruhan 10 10 10 30

 

Cabang olahraga Taekwondo dalam Popkot Tangerang I–2025 berlangsung dengan sangat kompetitif.
Kecamatan Tangerang tampil sebagai juara umum, disusul ketat oleh Karawaci dan Periuk. Distribusi medali yang seimbang — 10 emas, 10 perak, dan 10 perunggu — menunjukkan tingginya tingkat persaingan antar kecamatan.

Prestasi pada tahun ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para atlet pelajar yang akan melanjutkan perjuangan mereka pada ajang tingkat Selanjutnya.(enbigi/echoe)

 

Sebanyak 1207 Taekwondoin Ikuti UKT Kota Tangsel, 23 November 2025

Ribuan Taekwondoin Ikuti UKT Kota Tangsel, 23 November 2025

Tangerang Selatan, 23 November 2025 — Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangerang Selatan digelar di Plaza Rakyat, Balai Kota Tangsel pada hari Minggu, dengan jumlah peserta yang mencapai 1.270 taekwondoin. 

Tujuan dan Makna UKT

UKT dalam konteks taekwondo adalah evaluasi rutin untuk menguji kemampuan atlet dalam naik sabuk (geup), mulai dari teknik dasar seperti tendangan, pukulan, tangkisan, hingga aspek karakter seperti disiplin dan mental.

Ketua TI Kota Tangsel, Bambang Noertjaho (Bambang Apul), menyampaikan bahwa UKT bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan wujud nyata komitmen organisasi untuk pembinaan atlet secara sistematis, menjaga keseragaman pola latihan di antara klub-klub di Tangsel, dan menciptakan soliditas di antara taekwondoin dan pelatih. 

Pembinaan Klub dan Prestasi

Dalam paparannya, Bambang juga menyebutkan bahwa di bawah naungan TI Tangsel terdapat 52 klub yang aktif berlatih.Sejak tahun 2024, Tangsel telah mengoperasikan Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) untuk pembinaan jangka panjang atlet cadet, junior, hingga senior.

Pembinaan tersebut sudah menunjukkan hasil. Menurut Bambang, ada tiga atlet binaan TI Tangsel yang berhasil meraih medali di Popnas XVII Jakarta (Prestasi: 1 emas, 2 perak) — bukti bahwa program pembinaan di Tangsel mulai membuahkan prestasi.

Data Prestasi dan Pembinaan Atlet

  • Sejak 2024, Tangsel sudah mengoperasikan Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) untuk pembinaan atlet muda (cadet, junior) hingga senior. Dalam UKT kali ini, Bambang Noertjahjo menyebut bahwa setidaknya ada 52 atlet binaan di Puslatcab.

  • Dalam kompetisi prestasi, atlet Tangsel sudah menunjukkan hasil: menurut Bambang (ketua TI Tangsel), 3 atlet binaan Tangsel berhasil meraih medali di Popnas XVII (Jakarta) — yaitu 1 emas dan 2 perak — sebagai bukti bahwa pola pembinaan mulai membuahkan hasil.

  • Contoh prestasi terbaru dari atlet muda Tangsel: siswi MTsN 1 Tangsel, Aysha Arsyivania Avariella, memenangkan emas di ajang MBW International Taekwondo Championship 2025 di Malaysia.

Nilai Karakter dan Mental

Salah satu poin yang ditekankan oleh Bambang adalah pentingnya nilai karakter dalam taekwondo. UKT dianggap sebagai sarana membangun lebih dari sekadar kemampuan fisik: “UKT ini menjadi dorongan besar bagi anak-anak kita agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, mental dan berprestasi.”

Ia juga menekankan bahwa atlet tidak hanya diuji dari teknik, tetapi juga dari perilaku. Pesan khusus disampaikan agar para taekwondoin bersikap positif, tidak agresif atau menggunakan taekwondo untuk hal negatif, dan tetap mencerminkan nilai-nilai kehormatan sebagai atlet.

Strategi Organisasi

Menurut Bambang, UKT gabungan (yaitu ujian yang melibatkan banyak klub sekaligus) adalah bagian dari pola kerja Pengurus Kota (Pengkot) TI Tangsel untuk menyelaraskan pola pembinaan. Dengan menyelenggarakan UKT secara terpusat, TI Tangsel berharap dapat “menyeragamkan standar teknik dan kualitas” di seluruh klub.

Hal ini juga bertujuan agar Tangsel bisa menjadi barometer pembinaan taekwondo di tingkat provinsi Banten.

Bambang menyampaikan optimisme bahwa melalui UKT yang rutin dan terstruktur, talenta-talenta taekwondo dari Tangsel akan semakin berkembang, tidak hanya sebagai atlet dengan teknik yang mumpuni, tetapi juga sebagai pribadi yang berkarakter.

Ia berharap bahwa para atlet muda yang saat ini naik sabuk akan terus bermimpi besar: tidak hanya sebagai juara lokal, tetapi bisa mengharumkan nama Kota Tangsel di ajang provinsi, nasional, bahkan internasional.

 

Kejuaraan Internasional Taekwondo Panglima TNI Cup 2025

Kejuaraan Internasional Taekwondo Panglima TNI Cup 2025 adalah kompetisi taekwondo internasional yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 September 2025, di Gelanggang Olahraga A. Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.

Kejuaraan diikuti oleh 1.528 peserta dari 11 negara, yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Myanmar, Thailand, Timor Leste, Singapura, dan Vietnam. Para peserta bertanding dalam tiga kategori: kyorugi (sparing), poomsae (jurus), dan gaya bebas, dengan peserta berusia antara 6 hingga 30 tahun dalam kategori pra-cadet, cadet, junior, dan senior. Turnamen ini sukses diselenggarakan dengan tertib dan aman.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon secara resmi menutup turnamen taekwondo internasional, Minggu (28/9/2025) malam.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan kontingen dari sejumlah negara yang hadir mengikuti turnamen taekwondo internasional Panglima TNI Cup 2025. Dia juga berharap atlet Indonesia dapat pengalaman berharga bertanding dengan sejumlah atlet dari luar negeri.

“Kami berikan penghargaan tinggi kepada atlet, pelatih, dan ofisial yang telah menunjukkan semangat juang dan sportivitas selama turnamen. Bukan hanya prestasi yang dicapai, juga terjalin kebersamaan keluarga besar taekwondo Indonesia dan internasional,” katanya.

Penutupan ditandai dengan pemberiaan penghargaan dan hadiah kepada atlet terbaik dan juara umum dalam turnamen Panglima TNI Cup 2025. Berikut daftar atlet terbaik dan juara umum Turnamen Panglima TNI Cup 2025:

Atlet Terbaik kategori cadet, junior, dan senior.

  • Cadet Putra: Teungku Karib Kamsyah (FI Fighter One Taekwondo Academy)
  • Cadet Putri: Balqis Nur Afiati (Pengprov TI Jawa Tengah)
  • Junior Putra: Arsyad Kaisar Hakam (Pengprov TI Jawa Tengah)
  • Junior Putri: Desak Made Rayina (SPOBDA Kaltim)
  • Senior Putra: Faiq Muqhri Syakir (Koryo Taekwondo Malaysia)
  • Senior Putri: Jihan Luthfi Angeli (Garbha Presisi Polri)

Juara Umum All Kategori

  • Juara 1: Garbha Presisi Polri (8 Emas, 7 Perak, 8 Perunggu)
  • Juara 2: DKI Jakarta Team (8 Emas, 5 Perak, 10 Perunggu)
  • Juara 3: Vietnam (8 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu

Juara Umum kategori Profesional Children

  • Juara 1: DKI Jakarta Team (4 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu)
  • Juara 2: Tim Kabupaten Semarang ((2 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu)
  • Juara 3: Daegu Jimyo Korea Selatan (2 Emas, – , 1 Perunggu)

Juara Umum Profesional Cadet

  • Juara 1: DKI Jakarta Team (3 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)
  • Juara 2: BTJ Bogor (3 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu)
  • Juara 3: Pengprov TI Jawa Tengah (3 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu)

Juara Umum Profesional Junior

  • Juara 1: Vietnam Team (8 emas, 1 Perak, 1 Perunggu)
  • Juara 2: Pengprov TI Jawa Tengah (4 Emas, 6 Perak, 5 Perunggu)
  • Juara 3: Koryo Taekwondo Malaysia (2 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu)

Juara Umum Profesional Senior

  • Juara 1: Garbha Presisi Polri (6 Emas, 6 Perak, 5 Perunggu)
  • Juara 2: Jawa Barat (4 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu)
  • Juara 3: Kota Bekasi (2 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu)

 

Ujian Kenaikan DAN Taekwondo Banten 13-14 September 2025

Ujian Kenaikan DAN Taekwondo Banten 13-14 September 2025

 

Selama 2 hari, yaitu tanggal 13-14 September 2025, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten menyelenggarakan Ujian Kenaikan Sabuk Hitam (Dan / Black Belt) sebagai bagian dari komitmen pengembangan kualitas atlet dan Pelatih taekwondo di wilayah Banten. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin setiap tahun dan di ikuti oleh 163 peserta dari pengcab dan pengkot Banten, hal ini menjadi peristiwa penting karena sabuk hitam bukan hanya simbol teknik yang tinggi, tetapi juga dedikasi, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam dalam seni bela diri taekwondo.

Kenaikan sabuk hitam (Dan) merupakan tahap lanjut setelah beberapa tingkat sabuk warna (Geup) dan hanya dapat diikuti oleh praktisi yang telah memenuhi persyaratan teknis, fisik, mental, dan administratif sesuai standar organisasi Taekwondo Indonesia dan internasional. Tujuan utamanya selain meningkatkan level kemampuan teknik, juga memperkuat pemahaman filosofi taekwondo dan peran sabuk hitam sebagai pemimpin dalam komunitas pelatih dan atlet. Pelaksanaan ujian kenaikan tingkat ini di Gor Patriot Serang Banten. Penguji dalan UKT Dan ini berasal dari PBTI Pusat dari bidang ujian kenaikan Tingkat Yaitu Master Joni Fernando Dan PBTI Banten Master Sri Budoyo.

Menurut salah satu penguji Master Sribudoyo atau yang sering di panggil master sby ujian kali ini mengikuti sistem terbaru dan lebih mudah dari ujian sebelumny.

“Sistem ujian kali ini menggunakan sistem terbaru sehingga memudahkan para peserta disamping itu karena persiapan sebelum ujian sudah matang sehingga tidak ada yg Ujian ulang”ujarnya.

Materi Ujian

Ujian untuk kenaikan sabuk hitam mencakup beberapa aspek, antara lain:

  1. Tecnich jurus dan Pomsae

    • Gerakan poomsae atau forms lanjutan dengan ketepatan, tempo, serta keserasian.

    • Teknik tendangan, pukulan, blocking yang lebih kompleks, termasuk berbagai variasi footwork dan kombinasi.

  2. Kyorugi (Sparring Kompetitif)

    • Pertarungan terkontrol, mungkin semi-kompetitif atau full-contact tergantung regulasi.

    • Penilaian pada kontrol, kecepatan, strategi, pertahanan dan serangan, serta keselamatan.

  3. Pemecahan Papan (Kyukpa) / Breaking

    • Jika standar penguji menghendaki: memecahkan papan dengan teknik tendangan atau tangan sebagai demonstrasi kekuatan, presisi, dan kepercayaan diri.

  4. Etika & Filosofi Taekwondo

    • Penguasaan aturan, prinsip taekwondo seperti Courtesy (sopan santun), Integrity (integritas), Perseverance (ketekunan), Self-Control (pengendalian diri), dan Indomitable Spirit (jiwa pantang menyerah).

    • Disiplin dan sikap terhadap pelatih, sesama atlet, dan komunitas.

  5. Tes Fisik & Kebugaran

    • Stamina, fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan; mungkin melalui tes push-up, sit-up, lompatan, atau latihan interval.

Persiapan & Syarat Peserta

Beberapa persyaratan umum yang biasanya diberlakukan dalam ujian sabuk hitam:

  • Telah lulus geup 1 atau sabuk merah strip 2 untuk ke Dan 1 dan untuk ke Dan 2 harus memiliki sertifikat Dan 1 Kukiwon dan seterusnya

  • Administrasi terpenuhi: pendaftaran resmi, biaya ujian, seragam / dobok lengkap, sabuk warna sebelumnya dan perlengkapan yang dibutuhkan.

Dngan adanya Kegiatan ujian ini membawa sejumlah manfaat bagi peserta dan organisasi:

  • Pengakuan Resmi atas kemampuan teknik tinggi dan standar yang dicapai.

  • Kepemimpinan: Sabuk hitam biasanya juga menuntut peserta menjadi contoh dalam klub, membantu pelatihan junior, dan mempromosikan etika.

  • Motivasi Latihan yang lebih tinggi, karena tantangan ujian sabuk hitam seringkali menjadi target prestisius.

  • Peningkatan Kualitas Taekwondo di Banten, karena standar kualitas dinaikkan, pelatih dan penguji harus lebih siap pula.

Dari Hasil Ujian ini di harapkan

    • Banyak peserta yang lulus secara objektif, dengan standar yang adil dan transparan.

    • Klub-klub di Banten memperkuat pendampingan latihan dan peningkatan mutu instruktur agar peserta siap secara maksimal.

    • Acara seperti ini menjadi batu loncatan bagi atlet Banten untuk tampil di tingkat nasional atau internasional.

  • Tantangan:

    • Fasilitas latihan kadang terbatas di beberapa daerah; instruktur atau dojo yang punya standar tinggi tidak selalu tersebar merata.

    • Biaya dan akses transportasi bisa menjadi hambatan bagi praktisi dari daerah jauh.

    • Tekanan mental yang tinggi; kesiapan mental penting agar tidak mudah gugur karena nervous atau kurang pengalaman tampil.

    • Konsistensi pengujian — penguji harus objektif dan terstandarisasi supaya nilai ujian sabuk hitam punya kredibilitas.

Ujian Kenaikan Sabuk Hitam Taekwondo Banten pada 13-14 September 2025 akan menjadi momentum penting, bukan hanya bagi atlet yang akan menggapai sabuk hitam, tetapi juga bagi komunitas Taekwondo di Banten secara keseluruhan. Melalui persiapan yang matang, pelaksanaan yang adil, dan fokus pada aspek teknik dan karakter, acara ini berharap bisa menghasilkan generasi taekwondoin yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter dan siap melangkah ke level yang lebih tinggi.(enbigi/echoe)

 

Latihan Persiapan UKT Bersama Master Joni Vernando di GOR Kitri Bhakti, Kabupaten Tangerang – 2025

 

Tangerang –6 September 2025 Dalam rangka persiapan menyongsong Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), yang akan di laksanakan tgl 14 September 2025 pengurus propinsi taekwondo Indonesia Banten, Kabupaten Tangerang menyelenggarakan latihan bersama intensif bersama Master Joni Vernando Dan 7 Kukiwon, Penguji Nasional yang diutus oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Kegiatan ini berlangsung di GOR Kitri Bhakti, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini dalam rangka meneruskan tradisi pembinaan berkualitas yang sarat semangat, disiplin, dan prestasi.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari jajaran pengurus Taekwondo Provinsi Banten. Hadir dalam kesempatan tersebut SBMnim Viva Jabreno, selaku pengurus provinsi yang turut memberikan semangat dan arahan kepada seluruh peserta.

Tujuan Kegiatan

  • Memantapkan kemampuan teknis peserta untuk menghadapi berbagai aspek ujian—mulai dari jurus (poomsae), sparring, hingga penguatan mental dan kepercayaan diri.

  • Memberikan evaluasi langsung dan arahan personal dari Master Joni Vernando agar tiap taekwondoin siap tampil maksimal saat UKT.

  • Memperkuat rasa kedisiplinan, sportivitas, dan etika Taekwondo Indonesia, sesuai AD/ART dan janji taekwondo nasional.

Master Joni Vernando adalah salah satu penguji nasional Kukkiwon yang diutus PBTI dalam berbagai kegiatan UKT, seperti yang pernah diselenggarakan di Bali (dengan total 213 peserta). Kehadiran beliau di Kabupaten Tangerang menghadirkan pengalaman tingkat tinggi serta kepercayaan tambahan bagi peserta lokal dalam menghadapi UKT 2025.

Berikut Rundown Latber

Nilai Manfaat bagi Peserta

  • Kesiapan menyeluruh—dari teknik hingga mental.

  • Feedback personal langsung, mempercepat perbaikan dan adaptasi.

  • Peningkatan kualitas pembinaan, mencetak taekwondoin yang siap prestasi dan berkarakter.

Latihan bersama juga di hadiri oleh beberapa pelatih dari sabuk hitam yang tidak mengikuti ujian karena ada beberapa tehnik baru yang nantinya akan menjadi materi yang akan di ujikan di ujian dan periode berikutnya. Master Joni Vernando di GOR Kitri Bhakti merupakan langkah strategis dalam mencetak taekwondoin Kabupaten Tangerang yang tidak hanya siap naik sabuk, tetapi juga tangguh secara mental dan teknis. Semoga semua peserta dapat meraih hasil terbaik pada UKT Dan 2025 dan terus berkarya serta berprestasi.

Dalam penutup kegiatan, Master Joni Vernando menekankan pentingnya latihan yang konsisten dan semangat taekwondoin sejati. Sabeum nim Viva Jabreno juga memberikan pesan agar para peserta terus menjaga integritas, hormat, dan semangat pantang menyerah dalam setiap proses latihan dan ujian.

Kegiatan latihan bersama ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membina generasi taekwondoin yang berkarakter, berprestasi, dan bermental juara.(enbigi/Echoe)

 

Latihan Bersama dan Penyeragaman Teknik Taekwondo Sabuk Hitam Kota Tangerang

Persiapan Menuju Ujian Kenaikan Tingkat Dan
Tangerang, 2 September 2025

Dalam rangka pembinaan lanjutan dan peningkatan kualitas atlet serta pelatih tingkat sabuk hitam, Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangerang sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Bersama dan Penyeragaman Teknik Sabuk Hitam pada hari Selasa, 2 September 2025, bertempat di GOR Neglasari Kota Tangerang.

Kegiatan ini diikuti oleh  35 taekwondoin sabuk hitam yang hadir dari berbagai Club se-Kota Tangerang, dengan tujuan utama untuk menyamakan persepsi teknik, meningkatkan kualitas materi ujian, serta mempersiapkan peserta dalam menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat Dan  yang akan datang.

Tujuan Kegiatan

Beberapa sasaran utama dari kegiatan ini adalah:

  • Menyeragamkan teknik dasar dan lanjutan sesuai dengan standar Kukkiwon dan PBTI

  • Meningkatkan kesiapan peserta dari aspek teknis, fisik, dan mental menjelang ujian Dan.

  • Memperkuat peran sabuk hitam sebagai teladan dan ujung tombak dalam pembinaan taekwondo di dojang masing-masing.

  • Membangun semangat kebersamaan dan etika disiplin antar taekwondoin sabuk hitam se-Kota Tangerang.

Rangkaian Materi Latihan

Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.00 wib, dengan pembagian materi sebagai berikut:

1. Penyeragaman Teknik Dasar dan Kuda-kuda

Peserta diajak untuk menyelaraskan teknik dasar (seperti Ap Chagi, Dollyo Chagi, Yop Chagi) serta kuda-kuda (Ap Kubi, Juchum Seogi, Dwit Kubi), sesuai dengan kaidah pelatihan yang benar dan efektif.

2. Poomsae (Jurus)

Penekanan pada penyamaan gerakan dan ritme Poomsae tingkat tinggi seperti Koryo, Keumgang, dan Taebaek. Pelatih senior memberikan koreksi detail demi membentuk kualitas Poomsae yang presisi dan seragam.

4. Hosinsul (Bela Diri)

Peserta dipersiapkan untuk menampilkan variasi teknik pertahanan diri terhadap serangan nyata, termasuk skenario tangan kosong dan senjata tumpul, sesuai tuntutan ujian tingkat Dan.

 

Pembinaan dan Evaluasi Langsung oleh Sabum Senior

Kegiatan ini dipandu oleh para Sabumnim Angga  dan Pelatih kepala Master Sribudoyo  Dalam sesi evaluasi akhir, para peserta diberikan umpan balik langsung mengenai kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi ujian.

Menuju Ujian Kenaikan Tingkat Dan

Ujian Kenaikan Tingkat Dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada [tanggal rencana ujian, misalnya: akhir 14 September 2025, dengan penguji dari Kukkiwon dan Pengprov TI Banten. Seluruh peserta diharapkan mengikuti latihan lanjutan dan melengkapi berkas administrasi sesuai persyaratan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya siap menghadapi ujian Dan, tetapi juga mampu membawa semangat pembinaan ke tingkat yang lebih tinggi. Penyeragaman teknik menjadi fondasi penting untuk menjaga mutu taekwondo di Kota Tangerang, sekaligus memperkuat sinergi antar dojang dan pelatih di wilayah tersebut.

Dengan semangat “Taekwondo untuk Disiplin, Hormat, dan Prestasi”, latihan bersama ini menjadi langkah nyata menuju kualitas dan profesionalisme yang lebih tinggi bagi para pemegang sabuk hitam di Kota Tangerang.(enbigi/echoe)

 

Copyright © 2026 enbigi.com