Seorang korban penyeberang jalan alias Pak Ogah tewas tertabrak bis yang diperkirakan mengalami kerusakan rem blong di Jl.Walisongo Tambakaji, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang. Seorang saksi bernama Tris melihat korban yang berprofesi sebagai pao ogah sempat terseret hingga sejauh10 meter sampai meninggal dunia dan sangat mengenaskan usai dihantam bis warna putih. “Iya, Pak Ogahnya sempat terseret jauh,” menurut saksi yang meilhat pada saat ditemui oleh wartawan di sekitaran lokasi kejadian, pada hari selasa Selasa tanggal 8 maret. Setelah memakan korban dari arah selatan, kemudian bus tak terkendali hingga menabrak pembatas jalan sampai masuk ke dalam area PT Indofood CBP Sukses Makmur.
Saksi menyebut bis baru berhenti pada saat bagian depannya menabrak tiang listrik. Menurut keterangan saksi, sempat terjadi ledakan yang diperkirakan muncul dari tiang listrik. “Kebetulan pada saat itu pintu pabrik terbuka, sehingga bis langsung meluncur kedalam dan masuk,” tuturnya.
“Kondisi bus juga dalam keadaan kosong tanpa penumpang karena habis di cuci,” imbuhnya. Saksi menuturkan bahwa korban setiap harinya bekerja sebagai Pak Ogah di pertigaan jalan yang mengarah ke Kawasan Industri Tambakaji atau KTI.














